Senin, 29 November 2021

DAFTAR KARYA SENI KABUPATEN BARITO UTARA

  1. Tari Tantulo Karya Alm. Drs. Riwang Amir;
  2. Tari Kijang Putih Karya Tekay Efendi;
  3. Tari Keprak Basair Dauh Baguruh Karya Tekay Efendi;
  4. Tari Elong Wanyi Karya Hairunadir dan Tekay Efendi;
  5. Tari Bantus Karya Sanggar Balanga Karuhei Tatau;
  6. Tari Putar Botung Karya Sanggar Tiung Gomba;
  7. Batik Pisang Bangkaran Karya Drs. Riwang Amir / Redesain Tekay Efendi;
  8. Batik Saluang Murik Karya Drs. Riwang Amir / Redesain Tekay Efendi;
  9. Batik Bua Suli Karya Drs. Riwang Amir / Redesain Tekay Efendi;
  10. Batik Pasak Bumi Karya Drs. Riwang Amir / Redesain Tekay Efendi;
  11. Lagu Balada Petak Danum Karya Fahmi Fauzi, SE,M.Dev dan Puspo;
  12. Lagu Iya Mulik Bengkang Turan Karya Meilala Olo;
  13. Lagu Hajat Perjuangan Karya Surianata;
  14. Lagu Iko Lotu Pengakan Karya Saidi Harjo, S.Pd;
  15. Lagu Kilau Buah Panggang Karya Saidi Harjo, S.Pd;
  16. Lagu Murik Mambua Karya Mambo Mambay;
  17. Lagu Baharap Dumah Karya Tekay Efendi;
  18. Lagu Bawi Lanting Karya Tekay Efendi
  19. Lagu Jantur Jalitung Karya Lisda Riwayat Waway;
  20. Lagu Huma Betang Karya Puspo Pristiwantoro;
  21. Lagu Si Juwei Karya Puspo Pristiwantoro;
  22. Lagu Lebukuh Karya Zif Ruli dan Puspo Pristiwantoro;
  23. Lagu Panglima Batur Karya Puspo Pristiwantoro;
  24. Lagu Belum Sasama Huang Budaya Karya Puspo Pristiwantoro;
  25. Lagu Jantur Doyam Karya Puspo Pristiwantoro;
  26. Lagu Tabe Salamat Karya Puspo Pristiwantoro;
  27. Lagu Tabe Salamat Kaltengkuh Karya Puspo Pristiwantoro

NAMA NAMA SENIMAN, BUDAYAWAN, PELAKU BUDAYA, PELAKU SENI DI KABUPATEN BARITO UTARA

Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Barito Utara Tahun 2021 : DR. Drs. Junio Suharto
Damang Teweh Tengah : Yulia Mensen

Pelaku Seni dan Pelaku Budaya :
1. Kurnia Unthel (Karya Karungut)
2. Drs. Riwang Amir (Karya Tari)
3. Saidi Harjo, S.Pd (Karya Dongkoi)
4. Irma Iriani, S.P.Ak (Karya Dongkoi)
5. Tekay Efendi (Karya Tari, Ornamen, Batik, Pencipta Lagu Daerah)
6. Lisda Riwayat, S.Pd (Musisi Tradisional, Pencipta Lagu Daerah)
7. Hadrianto, SE (Musisi Tradisional, Karya Insturmen Daerah, Musisi Pesisir)
8. Kasmiati, SE (Karya Tari)
9. Evendi (Karya Kostum Tradisi)
10. Rahmadan (Karya Tari)
11. Donny Efendi (Karya Tari)
12. Rengga Adiguna, A.Md (Karya Tari)
13. Ghafur Saputra Obby (Karya Musik Tradisional)
14. Puspo Pristiwantoro (Pencipta Lagu Daerah, Penulis Buku)
15. Zif Ruli (Pencipta Lagu Daerah)
16. Hj. Sunarty, SPd, M.Pd (Penulis Buku)
17. Israminoor (Pencipta Lagu, Musisi Tradisional, Musisi Pesisir)

CERITA RAKYAT, DONGENG, LEGENDA, SEJARAH DAN KISAH MISTIS DI KABUPATEN BARITO UTARA

  1. CERITA SEJARAH PERJUANGAN PANGLIMA BATUR
  2. CERITA SEJARAH TENGGELAMNYA KAPAL OUN RUST
  3. CERITA SEJARAH PANGLIMA SOGO
  4. CERITA SEJARAH PANGERAN ANTASARI
  5. CERITA SEJARAH BATU BALOT
  6. LEGENDA TERJADINYA SUNGAI BARITO
  7. LEGENDA KERAMAT GANDARIA
  8. LEGENDA TIUNG GOMBA
  9. LEGENDA PAPAR PUJUNG
  10. LEGENDA GUNUNG ANGAH
  11. LEGENDA TERJADINYA PARARAWEN
  12. LEGENDA BATU JAMBE
  13. LEGENDA LIANG NAGA
  14. LEGENDA GUNUNG LUMUT
  15. DONGENG APE DAN RUMBIA
  16. DONGENG HAJI UJUNG DAN RAJA HAJI
  17. KISAH MISTIS KUYANG
  18. KISAH MISTIS RAUNG
  19. KISAH MISTIS PENGULUH
  20. KISAH MISTIS HALIMUNAN

Upload and Posted by : Puspo, Hadrianto, Tekay Efendi

SEJARAH SEMBOYAN BARITO UTARA "IYA MULIK BENGKANG TURAN"

Pencetus semboyan "Iya Mulik Bengkang Turan" adalah Bapak Alm. Arnut Saliu dan Bapak Alm. Markus Mirun Pada Tahun 1974.

Iya = Jangan
Mulik = Jangan
Bengkang = Ditengah
Turan = Tangga Untuk Naik

Dikisahkan pada saat itu, ada prosesi pengambilan madu atau panen madu. Para warga yang melihat proses panen madu tersebut berteriak - teriak "Iya Mulik, Iya Mulik, Bengkang Turan, Bengkang Turan". Dengan maksud para pemanen madu tetap semangat sampai panen selesai jangan sampai mundur atau turun tangga (turun turan). Setelah itu, Bapak Alm. Arnut Saliu dan Bapak Alm. Markus Mirun mengambil teriakan penyemangat sebagai semboyan Barito Utara, juga diadopsi dari lirik lirik Dongkoi.

Dongkoi merupakan sastra lisan tertua di Kabupaten Barito Utara. Dongkoi merupakan sejenis pantun kehidupan yang dinyanyikan atau dilantunkan dalam rangka memperkuat intuisi manusia dalam pengucapan syukur dan penyampaian pesan kehidupan.

Narasumber : Ibu Melpadona, Keturunan Alm. Markus Mirun

Writted, Posted and Uploade by : Hadrianto & Puspo Pristiwantoro

Senin, 07 Juni 2021

PEMBAGIAN WILAYAH DAN SUKU ADAT DAN AGAMA DI WILAYAH KABUPATEN BARITO UTARA


PEMBAGIAN WILAYAH DAN SUKU ADAT DAN AGAMA DI WILAYAH KABUPATEN BARITO UTARA

  1. Kecamatan Teweh Tengah (Ibukota Pemerintahan Muara Teweh) terdiri dari Suku Dayak Bakumpai, Suku Dayak Maanyan, Suku Dayak Tewoyan, Suku Banjar, Suku Jawa, Suku Bugis, Suku Batak, dan beberapa suku pendatang.
  2. Kecamatan Teweh Selatan (Ibukota Pemerintahan di Desa Trahean) terdiri dari Suku Dayak Bakumpai, Suku Jawa, Suku Dayak Bintangninggi, Suku Flores, Suku Dayak Maanyan dan beberapa suku pendatang.
  3. Kecamatan Teweh Baru (Ibukota Pemerintahan di Desa Hajak) terdiri dari Suku Dayak Bakumpai, Suku Dayak Tewoyan, Suku Dayak Dusun Malang, Suku Dayak Maanyan, Suku Jawa dan beberapa suku pendatang. 
  4. Kecamatan Teweh Timur (Ibukota Pemerintahan di Desa Benangin) terdiri dari Suku Dayak Bakumpai, Suku Dayak Tewoyan, Suku Jawa dan beberapa suku pendatang.
  5. Kecamatan Lahei (Ibukota Pemerintahan di Desa Muara Lahei) terdiri dari Suku Dayak Bakumpai, Suku Dayak Tewoyan, Suku Dayak Dusun Malang, Suku Jawa, dan beberapa suku pendatang.
  6. Kecamatan Lahei Barat (Ibukota Pemerintahan di Desa Benao) terdiri dari Suku Dayak Bakumpai, Suku Dayak Tewoyan, Suku Dayak Dusun Malang, Suku Jawa, dan beberapa suku pendatang.
  7. Kecamatan Montallat (Ibukota Pemerintahan di Desa Tumpung Laung) terdiri dari suku Dayak Bakumpai, Suku Dayak Tewoyan, Suku Banjar, Suku Dayak Dusun Bayan, Suku Jawa dan beberapa suku pendatang.
  8. Kecamatan Gunung Timang (Ibukota Pemerintahan di Desa Kandui) terdiri dari Suku Dayak Tewoyan Suku Dayak Bakumpai, Suku Banjar, Suku Jawa, Suku Dayak Maanyan dan beberapa suku pendatang.
  9. Kecamatan Gunung Purei (Ibukota Pemerintahan di Desa Lampeong) terdiri dari Suku Dayak Tewoyan, Suku Banjar, Suku Dayak Bakumpai, Suku Dayak Kenayath, Suku Jawa dan beberapa suku pendatang.
Berdasarkan statistik pesebaranya, suku di Kabupaten Barito Utara terdiri dari :
a. Suku Dayak Bakumpai : 41 %
b. Suku Banjar : 15 %
c. Suku Jawa : 15 %
d. Suku Dayak Tewoyan : 11%
e. Suku Dayak Maanyan : 5,5 %
f. Suku Dayak Dusun Malang : 2,5%
g. Suku Batak, Bugis, FLores, Sunda, Bintangninggi, Punan, Siang, Lawangan, dan Lainya : 10 %

Statistik Pesebara Agama di Kabupaten Barito Utara berdasarkan BPS tahun 2020 
Penduduk Kabupaten Barito Utara sebanyak 157.096 jiwa.
a.Pemeluk Islam 114.764 orang (73,05 %)
b.Kristen Protestan 16.416 orang (10,45%)
c.Kristen Katolik 8.986 orang (5,72%)
d.Hindu 16.841 orang (10,72%)
e.Budha 45 orang (0,03%)
f.Konghucu 6 orang (0,004%)
g.Aliran Kepercayaan 38 orang (0,026%)

Uploaded By : Helen Primadona, Hadrinto, Puspo Pristiwantoro

DAFTAR NAMA - NAMA SANGGAR SENI / PERKUMPULAN YANG TERDAFTAR DI DISBUDPARPORA SAMPAI DENGAN TAHUN 2021

DPD Lasqi Barito Utara Kelurahan Lanjas Yayasan Rumah Betang Tambau Desa Nihan Hilir Yayasan Makan Keramat Ibur Desa Lemo II Reog Ponorogo D...